SIGINJAI99.COM JAMBI – Pemerintah Kota Jambi mulai memacu perubahan besar dalam sistem pengelolaan sampah. Lewat program Operator Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM), pola lama yang bertumpu pada pembuangan kini diarahkan menjadi sistem terintegrasi dari rumah tangga.
Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan OPBM menjadi strategi utama dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan yang selama ini masih bertumpu pada pola konvensional. Program ini dirancang menyentuh langsung sumber sampah, yakni rumah tangga.
Pernyataan tersebut disampaikan saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, dalam apel dan aksi gotong royong Gerakan Nasional Indonesia Asri di kawasan Danau Sipin, Sabtu (11/4/2026).
Menurut Maulana, OPBM akan melibatkan sekitar 250 ribu rumah tangga di Kota Jambi. Sampah nantinya diangkut langsung dari rumah warga menuju depo, sebelum dipilah dan dikirim ke fasilitas pengolahan akhir.
“Skemanya jelas, dari rumah ke depo, dipilah, lalu ke pengolahan. Ini yang sedang kami siapkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, perubahan sistem ini juga dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat. Tidak boleh lagi ada praktik membuang sampah sembarangan, membakar sampah, apalagi membuang ke sungai.
“Target kami tidak ada lagi sampah liar. Semua harus masuk dalam sistem,” tegasnya.
Sejumlah wilayah disebut sudah mulai menunjukkan hasil. Kecamatan Pelayangan, misalnya, kini diklaim telah bebas dari titik pembuangan sampah liar setelah penerapan sistem pengelolaan yang lebih tertib.
Program OPBM sendiri dijadwalkan resmi diluncurkan pada 2 Juni 2026, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Jambi. Momentum ini diharapkan menjadi titik awal penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat secara menyeluruh.
Di sisi lain, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menilai langkah yang disiapkan Pemkot Jambi sejalan dengan kebijakan nasional. Ia menyebut Kota Jambi masuk dalam program waste to energy berdasarkan Perpres Nomor 109 Tahun 2025.
Menurutnya, penguatan pengelolaan sampah dari hulu menjadi kunci, dan pendekatan berbasis masyarakat seperti OPBM menjadi salah satu solusi yang relevan.
Kegiatan di kawasan Danau Sipin juga diisi dengan aksi gotong royong yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat. Kolaborasi ini menjadi sinyal bahwa penanganan sampah tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus melibatkan semua pihak.
Dengan skema yang sedang disiapkan, Pemkot Jambi menargetkan kota ini menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.(*)

































































Discussion about this post