Siginjai99 Channel, Batang Hari : Antraksi Seni Budaya Minang Kabau yang ditampilkan Ikatan Keluarga Minang (IKM) Batang Hari, memukau ribuan masyarakat Batang Hari yang memadati area Aek Meliuk Muara Bulian, Senin (18/08/2025).

Sorak-sorai masyarakat yang melihat penampilan Seni Budaya Minang Kabau dari IKM Batang Hari ini, seperti Tari Piring Persatuan Masyarakat Paninggahan (PKP), Kesenian Tambua Ikatan Keluarga Tanjuang Raya (IKTR), Tambua dan Sarunai Ikatan Keluarga Data Saiyo (IKDS), Tambua serta Tabuik Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) serta berbagai pakaian Adat Daerah Sumatra Barat, menggema, apalagi disaksikan Bupati Batang Hari, yang merupakan Sumando Rang Sungai Puar, Agam, Mhd. Fadhil Arief dan Bundo Kanduang Zulva Fadhil.

Antraksi Seni Budaya Minang Kabau IKM Batang Hari ini, dibawakan 175 orang yang merupakan Perantau Minang, berdomisili di Kabupaten Batang Hari, seperti Muara Bulian, Muara Tembesi serta daerah lainnya di Bumi Serentak Bak Regam.

Ketua IKM Batang Hari, A. Sidik, mengatakan, disamping agenda rutin setiap tahun, juga merupakan pelestarian akan Seni Budaya Minang Kabau.
“Disamping agenda rutin setiap taun, tampilnya kami dalam pawai pembangunan ini adalah untuk tetap dan selalu ingat akan seni budaya kami, Seni dan Budaya Minang Kabau. Walaupun sekarang kami merupakan masyarakat Perantauan Sumatra Barat di Kabupaten Batang Hari,” ujar Sidik.
“Kami mendukung budaya lokal Kabupaten Batang Hari, dan ajang ini kami jadikan sebagai sarana silaturahmi dengan yang lainnya,” sambung Sidik.
Selanjutnya, sebagai masyarakat Batang Hari dari beberapa daerah di Sumatra Barat, mendukung penuh pembangunan serta pemerintahan Kabupaten Batang Hari dibawah pimpinan Mhd. Fadhil Arief dan Bakhtiar.

“Kami, masyarakat Minang yang tergabung dalam IKM Batang Hari, siap bersinergi dalam pembangunan dan mendukung Pemerintah Batang Hari Super Tangguh dibawah pimpinan Mhd. Fadhil Arief dan Bakhtiar. Sesuai dengan semboyan ” Dima Bumi Dipijak, Di Situ Langik Dijunjuang”. Seperti itu juga pelestarian Seni Budaya kami dari Minang Kabau, sesuai semboyan “Tak Lakang Karano Paneh, Tak Lapuak Karano Hujan.” Tutup Sidik.(Ade)

































































Discussion about this post