SIGINJAI99.COM– Program Kampung Bahagia yang digagas Pemerintah Kota Jambi kembali mendapat apresiasi. Wali Kota Jambi Maulana dianugerahi penghargaan oleh Kapolda Jambi Krisno H. Siregar atas keberhasilan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di Kota Jambi.
Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Kapolda Jambi dalam Apel Sabuk Kamtibmas bertajuk “Satu Sabuk, Satu Komitmen Untuk Kota Jambi Aman dan Bahagia” yang digelar di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi, Rabu pagi (25/5/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, jajaran Pejabat Utama Polda Jambi, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan hingga para siswa Pramuka Kota Jambi.
Dalam sambutannya, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar menilai Program Kampung Bahagia menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun rasa aman berbasis partisipasi masyarakat.
“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi program ini. Karena situasi aman bukan hanya terbebas dari tindak kejahatan, namun juga menciptakan rasa nyaman, tenang dan bangga tinggal di lingkungan sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan menjaga kondusifitas Kota Jambi tidak lepas dari keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan masing-masing melalui semangat musyawarah dan kebersamaan.
“Program ini harus terus dibangun dan diperkuat di semua wilayah Kota Jambi, karena inilah wujud nyata situasi Kamtibmas yang hidup dan tumbuh di tengah masyarakat,” katanya.
Kapolda juga mengungkapkan bahwa sistem pengawasan berbasis CCTV yang dipasang di setiap RT melalui Program Kampung Bahagia nantinya akan terkoneksi langsung dengan Command Center Polda Jambi.
“Kami sudah berdiskusi dan juga telah membangun kontak darurat 110. Dengan CCTV ini tentu akan mengurangi kesempatan terjadinya kriminalitas,” ungkapnya.
Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kota Jambi, TNI-Polri dan masyarakat terus diperkuat demi menjaga kepercayaan publik serta mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.
“Jangan mudah terprovokasi informasi palsu atau hoaks. Kota Jambi akan kuat kalau masyarakatnya bersatu dan saling peduli,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyebut penghargaan tersebut bukanlah capaian pribadi, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat Kota Jambi.
“Saya menerima penghargaan ini hanya simbolisasi sebagai wali kota. Prestasi ini datang dari masyarakat yang menjalankan Program Kampung Bahagia,” ujarnya.
Maulana menjelaskan, dalam pelaksanaan Program Kampung Bahagia terdapat tiga pilar utama yang bergerak bersama di tingkat wilayah, yakni lurah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
“Mereka bersama-sama melakukan kegiatan sangat masif. Mulai dari pembangunan drainase, jalan lingkungan hingga menjaga kondusifitas wilayah melalui pemasangan CCTV,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa CCTV yang dipasang di setiap RT saat ini telah terhubung dengan Jambi City Operation Center (JCOC) dan dapat dipantau langsung melalui gadget maupun telepon genggam.
“Hal ini guna mengurangi tindakan kriminalitas,” singkatnya.
Dalam apel tersebut juga dilakukan penandatanganan Deklarasi Sabuk Kamtibmas yang berisi komitmen menjaga persatuan NKRI, aktif mencegah gangguan keamanan lingkungan serta memperkuat sinergi antara pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat demi mewujudkan Kota Jambi yang aman, sejahtera dan bahagia.
Penghargaan yang diterima Wali Kota Jambi itu sekaligus menjadi penguat semangat Pemerintah Kota Jambi untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan kota yang nyaman dan berkelanjutan.































































Discussion about this post